Dalam buku Industrial Safety, David Colling, mendefiniskan kecelakaan kerja (selanjutnya akan ditulis kecelakaan saja) sebagai berikut:
“Kejadian tak terkontrol atau tak direncanakan
yang disebabkan oleh faktor manusia, situasi, atau lingkungan,
yang membuat terganggunya proses kerja dengan atau tanpa berakibat pada cedera,
sakit, kematian, atau kerusakan properti kerja.”
Ada beberapa teori yang berkembang untuk
menjelaskan terjadinya kecelakaan ini. Salah satu yang ternama adalah yang
diusulkan oleh H.W. Heinrich dengan teorinya yang dikenal sebagai Teori Domino
Heinrich.
Dalam Teori Domino Heinrich, kecelakaan terdiri
atas lima faktor yang saling berhubungan:
- Kondisi kerja;
- Kelalaian manusia;
- Tindakan tidak aman;
- Kecelakaan;
- Cedera.
Kelima faktor ini tersusun layaknya kartu domino yang
diberdirikan. Jika satu kartu jatuh, maka kartu ini akan menimpa kartu lain
hingga kelimanya akan roboh secara bersama.
Ilustrasi ini mirip dengan efek domino
yang telah kita kenal sebelumnya, jika satu bangunan roboh, kejadian ini akan
memicu peristiwa beruntun yang menyebabkan robohnya bangunan lain.
Menurut Heinrich, kunci untuk mencegah kecelakaan
adalah dengan menghilangkan tindakan tidak aman sebagai poin ketiga dari lima
faktor penyebab kecelakaan. Menurut penelitian yang dilakukannya, tindakan
tidak aman ini menyumbang 98% penyebab kecelakaan.
Terus bagaimana penjelasan dengan menghilangkan
tindakan tidak aman ini dapat mencegah kecelakaan?
Kembali ke analogi kartu domino tadi, jika kartu
nomer 3 tidak ada lagi, seandainya kartu nomer 1 dan 2 jatuh, ini tidak akan
menyebabkan jatuhnya semua kartu.
Dengan adanya gap/jarak antara kartu kedua dengan
kartu keempat, pun jika kartu kedua terjatuh, ini tidak akan sampai menimpa
kartu nomer 4. Akhirnya, kecelakaan (poin 4) dan cedera (poin 5) dapat dicegah.
Dengan penjelasannya ini, Teori Domino Heinrich
menjadi teori ilmiah pertama yang menjelaskan terjadinya kecelakaan kerja.
Kecelakaan tidak lagi dianggap sebagai sekedar nasib sial atau karena peristiwa
kebetulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar